Transplantasi Organ dan Donor Organ Menurut Hukum Islam

Faktor kemiskinan dan kesenjangan ekonomi kian mengubah paradigma berfikir manusia. Menjadikan uang sebagai raja dalam kehidupan sampai rela melakukan apapun demi mendapatkan uang, termasuk menjual organ tubuhnya sendiri. Tidak hanya faktor ekonomi saja yang menyebabkan seseorang dapat memberikan organ tubuhnya kepada orang lain, tak banyak orang yang masih hidup ingin menyumbangkan organya kepada orang yang lebih memerlukan secara suka rela tanpa dibayar sepeser pun. Lalu bagaimana Islam memandang fenomena tersebut? Berikut uraianya.

images

Ayat-ayat Al-Quran yang Berkaitan dengan Donor Organ

Islam memandang bahwa tubuh manusia merupakan hal penting dalam kehidupan yang harus dijaga serta dihormati oleh diri itu sendiri tanpa memberikanya dan menggantinya apalagi demi senilai harta. Jika manusia menyerahkan organ tersebut, berarti membuat kecelakaan bagi dirinya sendiri sebagaimana firman Allah Swt :

1. Al Quran surah Al Baqarah ayat 195 :

albaqarah-195

“…Dan janganlah kamumenjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan..”.

Ayat tersebut mengingatkan manusia, agar jangan gegabah dan ceroboh dalam melakukan sesuatu, namun tetap menimbang akibatnya yang kemungkinan bisa berakibat fatal bagi diri pendonor, walaupun perbuatan itu mempunyai tujuan kemanusiaan yang baik dan luhur. Donor organ tubuh yang mengharap imbalan atau menjualnya, haram hukumnya, disebabkan karena organ tubuh manusia itu adalah milik Allah (milk ikhtishash), maka tidak boleh memperjualbelikannya. Manusia hanya berhak mempergunakannya, walaupun organ tubuh itu dari orang lain.

2. Al-Quran surah An-Nisa ayat 29:

mm

“… dan janganlah kamu membunuh dirimu! Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” 

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak diperbolehkan menbunuh dirinya sendiri. Maka dari itu, tidak diperbolehkan mendonorkan organ tubuh yang menyebabkan kematian bagi si pendonor.

Namun, hukum donor (mata, ginjal dan jantung) dari orang yang sudah meninggal tidak menyalahi ketentuan agama Islam, dengan syarat ahli warisnya mengizinkan dan membolehkannya atau terlebih dahulu ada wasiat untuk diambil organ tubuhnya dan diberikan kepada orang yang membutuhkannya. Merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat dihargai oleh Islam sebagaimana firman Allah Swt:

“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. AlMaidah:32 ).

Hadist-hadist nabi yang berkaitan dengan donor organ

  1. Donor dalam Keadaan Sehat

Donor dalam keadaan sehat yang dimaksud adalah donor anggota tubuh bagi siapa saja yang memerlukan pada saat si donor masih hidup. Donor semacam ini hukumnya boleh. Namun, donor seperti ini dibolehkan dengan syarat. Yaitu, donor tersebut tidak mengakibatkan kematian si pendonor. Selain itu, islam juga tidak membolehkan manusia mendonorkan anggota tubuhnya yang dapat mengakibatkan terjadinya pencampur-adukan nasab atau keturunan. Misalnya, donor testis bagi pria atau donor indung telur bagi perempuan. Sungguh Islam telah melarang untuk menisbahkan dirinya pada selain bapak maupun ibunya.

Allah Swt berfirman:

Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. (TQS al-Mujadilah [58]: 2)

Selanjutnya Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang menasabkan dirinya pada selain bapaknya, atau mengurus sesuatu yang bukan urusannya maka atas orang tersebut adalah laknat Allah, Malaikat dan seluruh manusia”.

Sebagaimana sabda Nabi saw:

Barang siapa yang dipanggil dengan (nama) selain bapaknya maka surga haram atasnya”

Begitu pula dinyatakan oleh beliau saw:

Wanita manapun yang telah mamasukkan nasabnya pada suatu kaum padahal bukan bagian dari kaum tersebut maka dia terputus dari Allah, dia tidak akan masuk surga; dan laki-laki manapun yang menolak anaknya padahal dia mengetahui (bahwa anak tersebut anaknya) maka Allah menghijab Diri-Nya dari laki-laki tersebut, dan Allah akan menelanjangi (aibnya) dihadapan orang-orang yang terdahulu maupun yang kemudian”.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Ra, dia berkata:

كُـنـا نَـغْــزُوْا مَعَ النـَّـِبيِّ لـَيْــسَ لـَـنـَا نِسـَـاءٌ ، فَـقــُلْـنـَا : يـَارَسُـولَ الله أَلاَ نَسْـتَخْصِي ؟ فـَـنَـهـَانــَا عَنْ ذَلِك.

Kami dulu pernah berperang bersama Rasulullah sementara pada kami tidak ada isteri–isteri. Kami berkata :”Wahai Rasulullah bolehkah kami melakukan pengebirian ?” Maka beliau melarang kami untuk melakukannya,”

Adapun donor kedua testis maupun kedua indung telur, hal tersebut akan mengakibatkan kemandulan; tentu hal ini bertentangan dengan perintah Islam untuk memelihara keturunan.

  1. Hukum Islam pun tidak membolehkan karena salah satu hadist mengatakan bahwa ”Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan diri orang lain.” (HR. Ibnu Majah). Yakni penjelasannya bahwa kita tidak boleh membahayakan orang lain untuk keuntungan diri sendiri. Perbuatan tersebut diharamkan dengan alasan apapun sekalipun untuk tujuan yang mulia.
  2. Donor orang yang Meninggal

Menurut hukum Islam ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan. Yang membolehkan menggantungkan pada syarat sebagai berikut:

  1. Resipien (penerima organ) berada dalam keadaan darurat yang mengancam dirinya setelah menempuh berbagai upaya pengobatan yang lama
  2. Pencangkokan tidak akan menimbulkan akibat atau komplikasi yang lebih gawat
  3. Telah disetujui oleh wali atau keluarga korban dengan niat untuk menolong bukan untuk memperjual-belikan

yang tidak membolehkan alasannya :

Seseorang yang sudah mati tidak dibolehkan menyumbangkan organ tubuhnya atau mewasiatkan untuk menyumbangkannya. Karena seorang dokter tidak berhak memanfaatkan salah satu organ tubuh seseorang yang telah meninggal dunia untuk ditransplantasikan kepada orang yang membutuhkan. Adapun hukum kehormatan mayat dan penganiayaan terhadapnya, maka Allah SWT telah menetapkan bahwa mayat mempunyai kehormatan yang wajib dipelihara sebagaimana orang hidup. Allah telah mengharamkan pelanggaran terhadap pelanggaran kehormatan mayat sebagaimana pelanggaran kehormatan orang hidup.Diriwayatkan dari A’isyah Ummul Mu’minin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

كَـسَــرَ عَظْــمُ المْـَيِّــتِ كَكَــسْرِهِ حَــيًّـا

“Memecahkan tulang mayat itu sama saja dengan memecahkan tulang orang hidup” (HR. Ahmad, Abu dawud, dan Ibnu Hibban)

Tindakan mencongkel mata mayat atau membedah perutnya untuk diambil jantungnya atau ginjalnya atau hatinya untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkan dapat dianggap sebagai mencincang mayat. Padahal Islam telah melarang perbuatan ini. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Al-Anshasi RA, dia berkata:

نـَهَى رَسُــوْلُ الله عَنِ الـنُّهْـبِي وَالمُـثَـلَّــةِ

“Rasulullah SAW telah melarang (mengambil) harta hasil rampasan dan mencincang (mayat musuh).”(H.R. Bukhari)

Tansplantasi Organ

Apa itu transplantasi organ?

075810_donortsdpn

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online (dalam Patricia, 2010),  transplantasi adalah pemindahan jaringan tubuh dari suatu tempat ke tempat lain (seperti menutup luka yg tidak berkulit dengan jaringan kulit dari bagian tubuh yg lain).

Menurut UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Pasal 1 ayat (5), transplantasi mempunyai arti “Rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk menggantikan organ dan atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik”.

Menurut Medicastore (dalam Patricia, 2010), pencangkokan (Transplantasi) adalah pemindahan sel, jaringan maupun organ hidup dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien atau dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya (misalnya pencangkokan kulit), dengan tujuan mengembalikan fungsi yang telah hilang.

Menurut WHO (dalam Patricia, 2010),

“Transplantation is the transfer (engraftment) of human cells, tissues or organs from a donor to a recipient with the aim of restoring function(s) in the body.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa, transplantasi atau pencangkokan organ adalah pemindahan sel, jaringan, ataupun organ dari pendonor kepada orang yang membutuhkan penggantian organ tersebut karena beberapa faktor kegagalan. Transplantasi tersebut bertujuan untuk mengembalikan fungsi organ kembali.

Jenis-jenis Transplantasi

1. Dari Segi Pemberi Organ (Pendonor)

Jika ditinjau dari sudut penyumbang atau donor atau jaringan tubuh, maka transplantasi dapat dibedakan menjadi:

A. Transplantasi dengan donor hidup

“Transplantasi dengan donor hidup adalah pemindahan jaringan atau organ tubuh seseorang yang hidup kepada orang lain atau ke bagian lain dari tubuhnya sendiri tanpa mengancam kesehatan.” (Patricia Soetjipto, 2010).

Artinya transplantasi dapat dilakukan oleh seorang pendonor yang masih hidup tanpa mengancam kehidupanya di masa mendatang. Biasanya pendonor mendonorkan secara utuh organ tubuhnya seperti ginjal, karena memungkan seseorang dapat hidup dengan satu ginjal saja. Akan tetapi, pendonor juga dapat memberikan sepotong atau sebagian organ untuk diberikan kepada penerima donor seperti hati, pankreas, paru-paru dan usus. Donor hidup juga dapat  memberikan jaringan atau selnya degeneratif, misalnya kulit, darah dan sumsum tulang.

B. Transplantasi dengan donor mati atau jenazah

Donor mati adalah donor dari seseorang yang baru saja meninggal dan biasanya meninggal karena kecelakaan, serangan jantung, atau pecahnya pembuluh darah otak. Sedangkan pengertian dari trnasplantasi organ dengan donor mati atau jenazah adalah:

“Transplantasi dengan donor mati atau jenazah adalah pemindahan organ atau jaringan dari tubuh jenazah orang yang baru saja meninggal kepada tubuh orang lain yang masih hidup.”  (Patricia Soetjipto, 2010).

Dalam kasus ini, donasi organ akan dipertimbangkan setelah usaha penyelematan mengalami kegagalan. Pasien mungkin meninggal dalam kamar emergensi ataupun dalam kondisi mati batang otak. Jenis organ yang biasanya didonorkan adalah organ yang tidak memiliki kemampuan untuk regenerasi misalnya jantung, kornea, ginjal dan pankreas, hati, jantung dan hati. (Patricia Soetjipto, 2010).

2. Dari Segi Penerima Organ (Resipien)

Sedangkan ditinjau dari sudut penerima organ atau resipien, maka transplantasi dapat dibedakan menjadi:

A. Autograft

Autotransplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri. Biasanya transplantasi ini dilakukan pada jaringan yang berlebih atau pada jaringan yang dapat beregenerasi kembali. Sebagai contoh tindakan skin graft pada penderita luka bakar, dimana kulit donor berasal dari kulit paha yang kemudian dipindahkan pada bagian kulit yang rusak akibat mengalami luka bakar.

B. Isograft

Termasuk dalam autograft adalah “syngraft” atau isograft yang merupakan prosedur transplatasi yang dilakukan antara dua orang yang secara genetik identik. Transplantasi model seperti ini juga selalu berhasil, kecuali jika ada permasalahan teknis selama operasi. Operasi pertama ginja yang dilakukan pada tahun 954 merupakan operasi transplantasi syngraft pertama antara kembar identik.

C. Allograft

Allograft adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Misalnya pemindahan jantung dari seseorang yang telah dinyatakan meninggal pada orang lain yang masih hidup. Kebanyakan sel dan organ manusia adalah Allografts.

D. Xenotransplantation

Xenotransplantation adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari species bukan manusia kepada tubuh manusia. Contohnya pemindahan organ dari babi ke tubuh manusia untuk mengganti organ manusia yang telah rusak atau tidak berfungsi baik.

E. Transplantasi Domino (Domino Transplantation)

Merupakan multiple transplantasi yang dilakukan sejak tahun 1987. Donor memberikan organ jantung dan parunya kepada penerima donor, dan penerima donor ini memberikan jantungnya kepada penerima donor yang lain. Biasanya dilakukan pada penderita “cystic fibrosis” (hereditary disease) dimana kedua parunya perlu diganti dan secara teknis lebih mudah untuk mengganti jantung dan paru sebagai satu kesatuan. Biasanya jantung dari penderita ini masih sehat, sehingga jantungnya dapat didonorkan kepada orang lain yang membutuhkan.

F. Transplantasi Dibagi (Transplantation Split)

Kadangkala donor mati khususnya donor hati, hatinya dapat dibagi untuk dua penerima, khususnya dewasa dan anak, akan tetapi transplatasi ini tidak dipilih karena transplantasi keseluruhan organ lebih baik.

3. Dari Sel Induk (Stem Cell)

Menurut American Cancer Sosiety (dalam Patricia, 2010), khusus mengenai transplantasi sel induk dibedakan menjadi:

A. Transplantasi sel induk dari sumsum tulang (bone marrow transplantation)

Sumsum tulang adalah jaringan spons yang terdapat dalam tulang-tulang besar seperti tulang pinggang, tulang dada, tulang punggung dan tulang rusuk. Sumsum tulang merupakan sumber yang kaya akan sel induk hematopoetik.

B. Transplantasi sel induk darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation)

Peredaran tepi merupakan sumber sel induk walaupun jumlah sel induk yang terkandung tidak sebanyak pd sumsum tulang untuk jumlah sel induk mencukupi suatu transplantasi.biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF). Transplantasi dilakukan dengan proses yang disebut Aferesis.

C. Transplantasi sel induk darah tali pusat (Stem cord)

Darah tali pusat mengandung sejulah sel induk yang bermakna dan memiliki keunggulan diatas transplantasi sel induk dari sumsum tulangatau dari darah tepi bagi pasien-pasien tertentu.Transplantasi sel induk dari darah tali pusat telah mengubah bahan sisa dari proses kelahiran menjadi sebuah sumber yang dapat menyelamatkan jiwa.

 Transplantasi sel induk merupakan infusi dari sel induk yang sehat kepada tubuh pasien itu sendiri. Transplantasi sel induk dilakukan apabila sumsum tulang berhenti memproduksi sel induk yang sehat. Sama dengan transplantasi lainnya jenis transplantasi induk ada yang sifatnya autograft yaitu tubuh sendiri yang menghasilkan kemudian ditransplantasi kedalam tubuh sendiri. Allograft apabila berasal dari donor orang lain asalkan cocok, biasanya yang masih ada hubungan darah, akan tetapi saat ini bisa juga didapatkan dari donor orang lain.

Apa Saja yang Dapat Ditransplantasikan?

perdagangan-organ-manusia

Menurut New York Organ Donor Network (dalam Patricia, 2010), hampir semua organ, jaringan, dan sel manusia dapat ditransplantasikan. Berikut ini organ, jaringan maupun sel yang dapat ditransplantasikan:

transplantasi

Organ dalam rongga dada

a. Jantung (Hanya Donor Mati)

b. Paru (Donor Hidup dan Mati)

c. En bloc Jantung/Paru (Donor Mati dan Transplantasi Domino)

Organ dalam rongga perut

a. Ginjal (Donor Hidup dan Mati)

b. Hati (Donor Hidup dan Mati)

c. Pankreas (Hanya Donor Mati)

d. Usus (Deceased-donor and Living-Donor)

Jaringan, Sel dan Cairan

a. Tangan (Hanya Donor Mati)

b. Kornea (Hanya Donor Mati)

c. Kulit termasuk Face replant (autograft) dan transplantasi wajah (sangat jarang sekali)

d. Islets of Langerhans (merupakan bagian dari pancreas yang mengandung endokrine) (Donor Hidup dan Mati)

e. Sumsum tulang/sel induk dewasa (Donor Hidup dan Autograft)

f. Transfusi Darah/Transfusi Komponen Darah (Donor hidup dan Autograft)

g. Pembuluh darah (Autograft dan Donor Mati) h. Katup Jantung (Donor Mati, Dono Hidup dan Xenograft[Porcine/bovine])

i. Tulang (Donor Hidup dan Mati)

Pandangan Islam terhadap Waktu

masa[1] Dalam perspertif islam, waktu termasuk ke dalam perkara yang mendapat perhatian besar. Waktu juga merupakan nikmat yang amat besar yang Allah berikan kepada setiap umat-Nya. Allah SWT berfirman:

“Dan Dia telah menundukan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam oritnya) dan telah menundukan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Alah)”. (QS. Ibrahim: 33-34)

Allah SWT juga seringkali bersumpah menggunakan waktu. Para mufassirin (ahli tafsir) berpendapat bahwa, jika Allah SWT bersumpah dengan suatu hal, maka hal tersebut menandakan betapa pentingnya itu. Berikut beberapa firman Allah yang bersumpah menggunakan waktu:

1. Allah SWT berfirman: “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). Dan siang apabila terang benderang”. (QS. Al-lail:1-2)

2. Allah SWT berfirman: “Demi waktu Dhuha (waktu matahari sepenggalahan naik). Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). (QS. Adh-Dhuha: 1-2)

3. Allah SWT berfirman: “Demi waktu fajar. Dan malam yang sepuluh”. (QS. Al-Fajr: 1-2)

4.  Allah SWT berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian”.(QS. Al-‘Ashr: 1-2)

Untuk itu, marilah kita manfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya agar waktu kita tidak terbuang dengan percuma dan agar kita tidak mengkufuri nikmat yang telah Allah SWT berikan.

13 Cara Manajemen Waktu

  1. To-do list

 

List yang anda buat haruslah mencakup seluruh kegiatan anda, mulai dari kegiatan dan tugas yang akan diselesaikan dalam waktu dekat, maupun kegiatan dan tugas yang akan diselesaikan dalam jangka waktu yang lama. Tentukan juga berapa lama tugas itu akan selesai anda kerjakan.

  1. Buat rencana SMART

 

Buat rencana SMART (Specific-Measurable-Achievable-Realistic-Timely)

  1. Atur prioritas

priority

Mulai tentukan prioritas anda. Ini akan membantu anda dalam penyelesaian tugas. Kerjakan terlebih dahalu yang sudah menjadi prioritas anda.

  1. Delegasi

teamwork1

Salah satu kunci manajemen waktu yang sukses adalah dengan delegasi. Jangan takut dengan delegasi, karna ini dapat menyelesaikan tugan anda lebih cepat.

  1. Jangan takut untuk mengatakan “TIDAK”

say-no

Jangan takut untuk berkataka “TIDAK” jika hal tersebut dapat menghambat anda dalam mengerjakan tugas/pekerjaan.

  1. Membagi tugas yang panjang dalam kegiatan yang lebih kecil

bekerja+sambil+kuliah+1

Mulailah “menyicil” tugas anda. Dengan menyicil tugas tugas yang terasa berat ataupun yang membutuhkan waktu lama untuk dikerjakan akan lebih terasa mudah dan juga dapan mengefektifkan waktu anda.

  1. Hindari perfeksionisme

Perfeksionis

Hindari perfeksionisme. Jika anda selalu mengharapkan sebuah kesempurrnaan dalam melakukan suatu pekerjaan, hal itu hanya akan menghambat anda dalam menyelesaikan pekerjaan yang lain karena anda akan merasa selalu tidak puas terhadap suatu pekerjaan.

  1. Kenali waktu produktif anda

menjadi-blogger-produktif

Kenali waktu dimana anda dapat bekerja secara produktif, karena pada waktu ini anda dapat mengerjakan tugas secara maksimal.

  1. Tidak menunda-nunda pekerjaan

2014-12-08-21-08-23-1014947096

Jangan pernah menunda-nunda suatu pekerjaan. Kerjakan sekarang juga agar waktu anda lebih efisien.

  1. Hindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anda
  2. social-media

Hindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anda seperti media sosial, games, novel, dll. Jika perhatian anda terbagi, maka kerja otak akan menurun. Dan hal tersebut dapat menghambat anda dalam menyelesaikan tugas.

  1. Jangan lupa diri anda sendiri

 

Jangan pernah lupakan kebutuhan psikis anda. Luangkan waktu anda untuk sekedar merefresh otak anda.

  1. Menganalisa dimana anda mengahabiskan waktu anda

Cara+Menganalisa+Pesaing+SEO

Analisa dimana dan kapan anda menghabiskan waktu besar anda untuk dapan mengoptimalkan waktu anda lebih baik.

  1. Selalu rencanakan waktu untuk kegiatan yang tak terduga

Selalu sediakan waktu ekstra anda untuk hal-hal yang tak terduga dan bersifat darurat.

Cara Manajemen Waktu untuk Mahasiswa Keperawatan

  1. Tentukan Jadwal

Buatlah jadwal pada setiap awal semester. Salah satu hal yang harus anda perhatikan adalah meninjau silabus untuk melihat tanggal-tanggal penting, seperti akhir pengumpulan tugas, tanggal ujian, jadwal praktikum dan tambahkan hal-hal tersebut pada kalender anda atau media perencanaan lainya seperti pada smartphone. Lalu atur atau pasang alarm untuk mempermudah anda mengingat tugas-tugas yang akan datang ataupun tugas-tugas yang belum selesai anda kerjakan.

 

  1. Tetap teratur

Jika anda sudah membuat perencanaan jangka panjang, maka hal selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah membuat perencanaan mingguan. Perencanaan mingguan ini dapat meembantu anda untuk tetap teratur pada jadwal yang telah ditentukan. Jika perencanaan mingguan ini telah selesai dilakukan, maka buatlah perencanaan mingguan selanjutnya.

 

  1. Fleksibel

Kehidupan ini terjadi tanpa anda bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitupun dengan perencanaan anda. Tidak selamanya apa yang anda rencanakan akan berbanding lurus dengan tujuan anda. Jika tugas anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dikerjakan daripada yang anda rencanakan, jangan khawatir ataupun frustasi. Review tugas anda dan berilah tanda pada tugas yang bersifat tidak mendesak untuk dikerjakan pada waktu yang lain. Dan jika anda teserang penyakit ataupun ada hal yang yang bersifat tidak terduga yang berada di luar perencanaan anda, maka atur ulang jadwal anda dan cobalah untuk mencari informasi mengenai tugas ataupun pelajaran yang tertinggal kepada teman anda.

 

  1. Break up with social network

Social network atau jejaring sosial memang memberikan anda kemudahan dalam komunikasi jarak jauh, namun ada kalanya jejaring sosial menghambat anda dalam menyelesaikan suatu pekerjaan jika anda terlalu sering menggunakannya di waktu produktif anda. Maka dari itu batasi waktu penggunaan jejaring sosial anda dan gunakanlah jika anda sudah menyelesaikan perkerjaan anda.